Rabu, 05 Agustus 2009

"Busa" di Mulut Itu karena Mbah Surip Perokok Berat
Artis komedi srimulat, Kabul Basuki alias Tessy Srimulat (dua dari kiri) melihat jenasah Mbah Surip pelantun lagu Tak Gendong yang disemayamkan sementara di rumah Mamiek Prakoso, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (4/8). Pria yang khas dengan gaya rambut rasta ini diduga terkena serangan jantung.




Rabu, 5 Agustus 2009 | 14:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com
- Saat Mbah Surip meninggal, dilaporkan kalau mulutnya banyak mengeluarkan busa. Namun, menurut dokter ahli penyakit dalam ini sebenarnya bukan busa seperti orang yang keracunan melainkan air liur yang banyak. Alasan ini menjelaskan kalau penyanyi lagu "Tak Gendong" itu adalah perokok berat.

"Kalau orang merokok kemampuan untuk mengeluarkan lendir atau air liur rendah tapi lendirnya atau air liurnya banyak," kata Dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam jumpa pers di Rumah Sakit Cipto Mangkusumo Jakarta, Rabu (5/8).

Menurut Ari, baik asap rokok maupun zat yang ada dalam rokok menyebabkan silia atau bagian dari saluran pernapasan atas dan bawah fungsinya menurun. Akibatnya lendir tidak bisa dikeluarkan secara normal. "Inilah yang mengakibatkan batuk di pagi hari, bagi para perokok. Tujuannya untuk mengeluarkan lendir, karena susah," ungkap Ari.

Untuk kasus Mbah Surip, ia melanjutkan, sesaat menjelang kematian ketika kesadarannya rendah maka kemampuan Mbah Surip untuk menelan menurun. Lendir atau air liur akan mengumpul di mulut. Selanjutnya, ia akan mencari jalan keluar. Yakni melalui mulut. "Itulah mengapa saat kematiannya, Mbah Surip banyak mengeluarkan lendir di mulutnya," tandas Ari.


- Fakta :

Dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam jumpa pers di Rumah Sakit Cipto Mangkusumo Jakarta, Rabu (5/8).

- Opini :

1.

Namun, menurut dokter ahli penyakit dalam ini sebenarnya bukan busa seperti orang yang keracunan melainkan air liur yang banyak.

2.

"Kalau orang merokok kemampuan untuk mengeluarkan lendir atau air liur rendah tapi lendirnya atau air liurnya banyak," kata Dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

3.

Menurut Ari, baik asap rokok maupun zat yang ada dalam rokok menyebabkan silia atau bagian dari saluran pernapasan atas dan bawah fungsinya menurun.


- Tanggapan :

Jika memang ternyata kematian Mbah Surip diakibatkan karena kecanduan pada rokok, seharusnya kita pun mulai menyadari betapa bahayanya rokok bagi kesehatan tubuh kita. Begitu banyaknya resiko yang akan kita terima, jika kita terlalu tergila-gila pada si lintingan campuran tembakau dan cengkeh itu.

Sudah banyak riset penelitian yang membuktikan, bahwa zat-zat yang terkandung dalam rokok bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh kita, apalagi jika kita mengkonsumsinya secara berlebihan, dalam jangka pendek ataupun jangka panjang lintingan nikotin itu akan menggerogoti tubuh kita. Ancaman penyakit berbahaya seperti, gangguan pernapasan, kanker paru--paru, dll. sudah tak dapat terelakkan lagi.

Oleh karena itu, mulailah dari sekarang untuk tidak menghisap rokok secara berlebihan, atau lebih baik tidak sama sekali menyentuhnya. Sayangilah kesehatan kita, jangan hanya memikirkan kenikmatan sesaat.




Selasa, 04 Agustus 2009

JENIS-JENIS
PENYAJIAN LISAN



Penyajian lisan atau kemampuan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau mengucapkan kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Pendengaran menerima informasi melalui rangkaian nada, tekanan, dan penempatan persendian. Jika komunikasi berlangsung secara tatap muka, ditambah lagi dengan gerak tangan dan air muka (mimik) pembicara. Tujuan utama penyajian lisan ini adalah untuk berkomunikasi tentu tidak terlepas dari bagian mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Penyajian lisan ada bermacam-macam, diantaranya adalah :

-Pidato
-Khutbah
-Dakwah
-Diskusi
-Rapat
-Seminar
-Kongres
-Konferensi
-Simposium
-Ceramah
-Demo/ Unjuk rasa
-Persentasi
-Wawancara

  1. Salah satu dari bentuk penyajian lisan yaitu presentasi. Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin yang bertujuan untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu).
  2. Rapat
Rapat merupakan pertemuan untuk membicarakan suatu masalah dan
mengambil keputusan di dalam suatu organisasi. Organisasi rapat terdiri dari :
ketua/pemimpin rapat, notulis, dan peserta, dan lebih formal lagi kalau ada
pembawa acara. Tugas masing-masing adalah sebagai berikut.
a. Pembawa acara :
- Mengawali rc.apat dengan mengucapkan terima kasih atas kehadiran
peserta, menyampaikan susunan acara.
- Memandu semua peserta untuk memasuki acara demi acara.
- Mengatur lalu lintas tukar pendapat.
- Mengarahkan agar pembicaraan tetap pada tema.
- Menutup rapat.
b. Ketua rapat :
- Menegaskan maksud dan tujuan rapat.
- Menyampaikan pokok-pokok masalah yang akan dibicarakan.
- Menanggapi berbagai pertanyaan atau tanggapan peserta.
- Mengambil keputusan.
c. Notulis : Membuat notulen rapat.

Intisari pembicaraan pada masing-masing acara dan keputusan-keputusan rapat
perlu didokumentasikan dalam notulen. Fungsinya sebagai bukti otentik
keikutsertaan/kesaksian semua peserta atas keputusan yang diambil.
Notulen yang pada umumnya berisi :
- Nama rapat
- Pelaksanaan ( hari, tanggal, jam, tempat)
- Pemimpin rapat
- Jumlah peserta
- Susunan acara
- Pokok-pokok pembicaraan
- Keputusan hasil rapat
- Tandatangan notulis dan pemimpin rapat
3. Diskusi
Diskusi ialah tukar pikiran untuk mencari kesepakatan mengenai pemecahan
suatu masalah.
- Bentuk-Bentuk Diskusi

a. Diskusi Kelompok
Dalam diskusi ini perlu ada : moderator (pemimpin diskusi), notulis, dan
beberapa peserta/penyaran/penyaji yang sekaligus sebagai penyanggah.
Bentuk diskusi ini digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi
oleh kelompok. Sifatnya tidak formal.
b. Diskusi Panel
Diskusi ini sifatnya tidak begitu formal, biasanya digunkan untuk
memperluas wawasan mengenai suatu masalah yang sedang hangat dari
berbagai disiplin ilmu. Biasanya melibatkan beberapa ahli dari berbagai
disiplin ilmu yang berbeda-beda untuk bertindak sebagai panelis/pembicara.
Organisasi diskusi panel biasanya terdiri dari : moderator, notulis, panelis/
penyaji, peserta/pendengar. Pendengar diberi kesempatan untuk bertanya
maupun menanggapi/menyanggah pendapat para panelis. Pada akhir
diskusi, moderator menyajikan pokok-pokok pikiran yang dilontarkan
para panelis maupun dari para peserta.
c. Seminar
Organisasi seminar biasanya terdiri dari : moderator, notulis, tim perumus,
pemrasaran, pembahas, dan peserta sebagai pendengar, penanya maupun
penyanggah. Para pemrasaran dan pembahas terdiri dari para ahli. Diskusi
bentuk ini biasanya digunakan untuk mencari kesepakatan/kesamaan
langkah atau pandangan dalam menghadapi suatu persoalan.
Karena sifatnya formal, para pemrasaran perlu menyiapkan kertas kerja
(makalah) untuk disajikan. Setelah ditanggapi oleh para pembahas, para
peserta juga diberi kesempatan untuk menanggapi ataupun menyanggah.
Selama diskusi berlangsung notulis membuat catatan-catatan penting.
Setelah selesai, tim perumus dibantu notulis menyusun kesimpulan hasil
diskusi.
- Tata Cara dan Etika Berdiskusi

Tugas moderator :
- Menyampaikan topik/tema.
- Menyampaikan tujuan yang akan dicapai.
- Mengemukakan aturan main diskusi.
- Mengatur jalannya diskusi/lalu lintas tukar pikiran.
- Menjaga agar p[embicaraan tetap pada pokok permasalahan.
- Mengakhiri diskusi dengan menyampaikan kesimpulan.

Syarat moderator :
- Menguasai masalah.
- Tajam pikirannya.
- Dapat menghargai pendapat.
- Jujur dan tidak memihak.
- Adil dalam memberi kesempatan bicara.
- Tidak berburuk sangka dan tidak apriori.

Kewajiban peserta :
- Mendengarkan semua pembicaraan dengan penuh perhatian.
- Hanya berbicara atas izin moderator.
- Mematuhi aturan main, misal : lama berbicara, jumlah pertanyaan, dll.
- Sopan, tertib, menghargai setiap pendapat.

Cara berpendapat/berkomentar :
- Didasari pengetahuan mengenai masalah yang dibicarakan.
- Memperhatikan waktu yang disediakan.
- Berbicara secara sopan dan tidak berlebihan.
- Kalau komentar berupa persetujuan, berilah alasan/fakta pendukung.
- Kalau komentar berupa penolakan, berilah alasan ketidaksetujuan, dan
sekaligus berilah jalan keluar.

Cara menjawab pertanyaan/sanggahan/komentar :
- Jawablah dengan singkat dan jelas, tidak berbelit-belit.
- Jawablah objektif dan dilandasi data/fakta yang benar.
- Kalau tidak bisa menjawab atau tidak tahu, sebaiknya berterus-terang.
- Kalau sanggahan yang diajukan memang benar, akuilah kebenarannya.

4. Pidato
Pidato ialah suatu bentuk penyajian lisan yang dibacakan di depan massa
tertentu dengan tujuan tertentu.
- Macam-macam pidato antara lain :
a) Pidato persuasif : mempengaruhi emosi pendengar untuk berbuat sesuatu.
Topik yang tepat antara lain :
- Toleransi beragama kunci persatuan nasional.
- Menabung untuk masa depan.
- Pentingnya berkorban demi pembangunan.
b) Pidato argumentatif : meyakinkan pendengar akan kebenaran suatu hal.
Topik yang bersifat argumentatif antara lain :
- Pentingnya pengembangan pariwisata.
c) Pidato informatif : memberi informasi
Topik yang tepat :
- Strategi lolos UMPTN.
- Cara bertanam secara hidroponik.
d) Pidato rekreatif : menghibur pendengar.
e) Pidato deskriptif : melukiskan suatu keadaan.
Topik yang tepat :
- Lalu lintas di jalan Tol Jagorawi.
- Suasana peringatan sumpah pemuda.

Langkah-langkah pidato :
1) Menentukan tema.
2) Menyempitkan tema.
3) Menganalisis pendengar dan situasi ( mencari tahu tentang pendengar :
usia, pendidikan, profesi, dll. ; bagaimana situsinya, dll).
4) Menentukan tujuan : apakah argumentatif, persuatif, rekreatif ,dll.
5) Mengumpulkan bahan.
6) Menyusun kerangka karangan.
7) mengembangkan kerangka karangan.
8) Melatih diri dengan suara dan intonasi yang tepat.

Agar pidato kiat menarik :
1) Pilihlah topik yang :
- Menyangkut persoalan pendengar.
- Persoalan yang sedang hangat.
- Memberikan jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi.
2) Selingi humor yang positif.

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan penyaji pidato :
- Persiapan yang matang.
- Suara dengan intonasi dan volume yang tepat.
- Didukung mimik dan pantomimik.
- Penampilan yang rapi dan meyakinkan.


Sekian dari saya, sebenarnya masih banyak lagi penyajian lisan yang lainnya. Tapi, karena takut kepanjangan cukup sampai disini saja ya......... ^_^

Minggu, 02 Agustus 2009

Contoh
Surat Lamaran Kerja


1. Dalam Bahasa Indonesia


a)

Surat Lamaran Kerja


Cibinong, 2 Agustus 2009

Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Hand's Parmantindo

Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5
Cibinong



Dengan hormat,

Bpk. Bambang Satrio, seorang asisten editor di PT. Hand's Parmantindo, menginformasikan kepada saya tentang rencana pengembangan Departemen Finansial PT. Hand's Parmantindo.
Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk bergabung dalam rencana pengembangan PT. Hand's Parmantindo.

Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut :


Nama
Tempat & tgl. lahir
Pendidikan Akhir
Alamat
Telepon, HP, e-mail
Status Perkawinan
: Florentina Putri
: Probolinggo, 5 Agustus 1979
: Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila -
Jakarta
: Perum Bojong Depok Baru 1, Blok ZT No.3,
Perum Cibinong 2344
: 021 - 87903802, HP = 0817 9854 203, e-mail =
florent.putri@yahoo.com
: Menikah.

Saat ini saya bekerja di PT. Flamboyan Bumi Singo, sebagai staf akuntasi dan perpajakan, dengan fokus utama pekerjaan di bidang finance dan perpajakan.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :

  1. Daftar Riwayat Hidup.
  2. Foto copy ijazah S-1.
  3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
  4. Pas foto terbaru.

Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.

Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.


Hormat saya,



Florentina Putri


b)

Surat Lamaran Kerja


Jakarta, 2 Agustus 2009

Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Gilland Ganesha

Jl. Raya Kebon Durian No. 11
Jakarta Timur



Dengan hormat,

Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Gilland Ganesha, seperti yang termuat di harian Kompas tanggal 28 Juli 2009. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Gilland Ganesha.

Data singkat saya, seperti berikut ini.


Nama
Tempat & tgl. lahir
Pendidikan Akhir

Alamat
Telepon, HP, e-mail
Status Perkawinan
: Benny Kasmanto
: Bukit Tinggi, 19 Februari 1976
: Sarjana Manajemen Universitas Islam
As-Syafaiyah (UIA) Jakarta
(Konsentrasi Manajemen Pemasaran)
: Perum Bumi Sentosa Blok A.5 Bekasi
: 021 - 87914990, 0815 965 5695,
Benny.Kash07@yahoo.co.id
: Menikah

Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, dan dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan manajemen dan marketing yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Excel, Word, Acces, PowerPoint, OutLook, juga internet, maupun surat-menyurat dalam Bahasa Inggris.

Saat ini saya bekerja sebagai staff Marketing di PT. Hilmy Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :

  1. Daftar Riwayat Hidup.
  2. Foto copy ijazah S-1 dan transkrip nilai.
  3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
  4. Pas foto terbaru.

Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.

Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.


Hormat saya,



Benny Kasmanto


2. Dalam Bahasa Inggris


Bogor, 30 December 2008

Attention To:
Human Resources Department
Yayasan KPT
Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5
Cibinong
Dear Sir/Madam,

Having known about a vacancy advertised on Kompas, tanggalan4();December 8, 2008, I am interested in the position of Account Executive (AE).
I am a 26 year old male, graduated from a reputable university, having skill in English, both written and oral and also operating computer. I am a hard worker, able to work in individual and in team.

I would gladly welcome an opportunity to have an interview with you at your convenience. I hope my skills can be one of your company’s assest. I am looking forward to hearing from you in the near future. Thank you for your consideration and attention.
Sincerely yours,

Asep Catur Putra
Enclosures :
- copy of ID Card
- copy of Final Certificate
- photo
- Curriculum Vitae

Contoh ke 2.

Jakarta, 29 January 2008

Attention To:
Sukarmadi
Resources Manager
PT. Gilang Persada Bumi
Jl. Cendrawasih No. 45
Jakarta Pusat

Dear Mr. Sukarmadi,

I wish to apply for the position of Accounting Staff that was advertised on Tempo, tanggalan4();December 8, 2008.

I have over one year experience as an Accounting with PT. Rizky Finance and have experience of a wide variety of pattern techniques. My computer skills are very good, and I have an excellent record as a reliable, productive employee.

I am looking for new challenges and the posistion of Accounting Staff sounds the perfect opportunity. Your organisation has an enviable record innovation in investor financial cosultant, and an excellent reputation as an employer, making the position even more attractive.

I enclose my CV for your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for interview at your convenience
Sincerely yours,

Pujiwati Martani



Sumber : http://ggkarir.com/_karir.php?_karir=con…








































Macam- Masam
Majas/ Gaya Bahasa


  • Alegori : Perbandingan suatu keadaan/peristiwa dengan beberapa kiasan yang membentuk suatu kesatuan.
- Agama adalah kompas kita dalam mengarungi samudera kehidupan yang
penuh badai dan gelombang.
  • Anafora ( paralelisme di depan ) : Pengulangan kata-kata pada awal baris untuk menegaskan maksud.
- Kepada_Mu ku menyembah
kepada_Mu ku memohon
  • Antitesis : Pemaduan kata-kata yang berlawanan arti.
- Suka duka hidup ini membuat kami makin menyatu.
  • Antiklimaks : Pengungkapan yang makin turun/melemah.
- Dalam pidato kampanyenya mula0mula ia berteriak-teriak, lima menit
kemudian suaranya parau, dan akhirnya pingsan.
  • Eufimisme : Pengungkapan secara sopan untuk hal-hal tabu.
- Anak Bapak belum waktunya naik kelas. (bodoh)
- Kita harus ikut memikirkan tunanetra dan tunarungu.
  • Epifora (paralelisme di belakang) : Pengulangan kata-kata pada akhir baris untuk penagasan maksud.
- Hartaku kuberikan
Nyawaku kuberikan
  • Hiperbola : Pengungkapan yang berlebihan/membesar-besarkan.
- Dunia terasa runtuh saat aku menghadapi kenyataan seperti ini.
- Sorak-sorai penonton membahana membelah angkasa.
  • Ironi : Sindiran dengan mengungkapkan kebalikan dari keadaan sebenarnya.
- Corat-coret di tembok itu bagus sekali. (jelek)
- Keringatnya harum sekali, tidak mandi barangkali.
  • Klimaks : Pengungkapan yang makin naik/menghebat.
- Jangankan sebulan, setahun, sewindu pun akan kutunggu dia.
Apalagi seribu sejuta pun kubayar.
  • Litotes : Pengungkapan yang berkebalikan dengan keadaan yang sebenarnya untuk merendahkan diri.
- Mampirlah ke gubuk saya.
- Hanya sepiring nasi yang dapat saya sajikan.
  • Metafora : Perbandingan langsung (perbandingan secara implisit).
- Dialah anak emas juragan kaya itu.
- Bola sudah sampai di mulut gawang.
  • Metonimia : Penyebutan merk untuk mengacu benda seutuhnya.
- Beliau ke Yogyakarta naik Kijang.
- Ia berlangganan Kompas.
  • Paradoks : Pengungkapan yang seolah-olah bertentangan.
- Tutur katanya halus tapi menyayat hati.
- Dia tertawa meski hatinya menangis.
  • Personifikasi : Penyifatan benda-benda mati dengan sifat-sifat perilaku manusia.
- Perkatannya mengiris-iris kalbuku.
- Ilalang berbisik-bisik ditiup angin.
  • Preterito : Pengungkapan secara tersembunyi karena dianggap sudah sama-sama tahu.
- Sang juara ada di kelas ini, dan anda tentu tahu siapa dia.
  • Repetisi : Pengulangan kata-kata dalam kalimat untuk menegaskan maksud.
- Di sinin dia lahir, disini dia tumbuh dan di sini dia disemayamkan
  • Simile : Perbandingan secara eksplisit dengan menggunakan kata-kata pembanding, misalkan : laksana, seperti, bagaikan, bak, dll.
- Bibirnya seperti delima merekah.
- Suaranya merdu bagaikan buluh perindu.
  • Sinekdoke pars prototo : Penyebutan sebagian untuk seluruh.
- Didatanginya tiap pintu untuk mengharap belas kasih.
- Sampai sekarang belum tampak batang hidungnya.
  • Sinekdoke totem proparte : Penyebutan seluruh untuk sebagian.
- Indonesia menang dalam perebutan piala Thomas.
- SMA Tunas Bangsa menggondol piala drum band Bupati Gungungkidul.
  • Tautologi : Penegasan maksud dengan kata-kata yang sama/senada artinya.
- Tidak, tidak mungkin ia berbuat sekejam itu.
- Aku sudah mengalah, mengalah lagi, dan terus mengalah.
- Mereka riang , gembira, dan bahagia.