Macam- Masam
Majas/ Gaya Bahasa
penuh badai dan gelombang.
kepada_Mu ku memohon
kemudian suaranya parau, dan akhirnya pingsan.
- Kita harus ikut memikirkan tunanetra dan tunarungu.
Nyawaku kuberikan
- Sorak-sorai penonton membahana membelah angkasa.
- Keringatnya harum sekali, tidak mandi barangkali.
Apalagi seribu sejuta pun kubayar.
- Hanya sepiring nasi yang dapat saya sajikan.
- Bola sudah sampai di mulut gawang.
- Ia berlangganan Kompas.
- Dia tertawa meski hatinya menangis.
- Ilalang berbisik-bisik ditiup angin.
- Suaranya merdu bagaikan buluh perindu.
- Sampai sekarang belum tampak batang hidungnya.
- SMA Tunas Bangsa menggondol piala drum band Bupati Gungungkidul.
- Aku sudah mengalah, mengalah lagi, dan terus mengalah.
- Mereka riang , gembira, dan bahagia.
Majas/ Gaya Bahasa
- Alegori : Perbandingan suatu keadaan/peristiwa dengan beberapa kiasan yang membentuk suatu kesatuan.
penuh badai dan gelombang.
- Anafora ( paralelisme di depan ) : Pengulangan kata-kata pada awal baris untuk menegaskan maksud.
kepada_Mu ku memohon
- Antitesis : Pemaduan kata-kata yang berlawanan arti.
- Antiklimaks : Pengungkapan yang makin turun/melemah.
kemudian suaranya parau, dan akhirnya pingsan.
- Eufimisme : Pengungkapan secara sopan untuk hal-hal tabu.
- Kita harus ikut memikirkan tunanetra dan tunarungu.
- Epifora (paralelisme di belakang) : Pengulangan kata-kata pada akhir baris untuk penagasan maksud.
Nyawaku kuberikan
- Hiperbola : Pengungkapan yang berlebihan/membesar-besarkan.
- Sorak-sorai penonton membahana membelah angkasa.
- Ironi : Sindiran dengan mengungkapkan kebalikan dari keadaan sebenarnya.
- Keringatnya harum sekali, tidak mandi barangkali.
- Klimaks : Pengungkapan yang makin naik/menghebat.
Apalagi seribu sejuta pun kubayar.
- Litotes : Pengungkapan yang berkebalikan dengan keadaan yang sebenarnya untuk merendahkan diri.
- Hanya sepiring nasi yang dapat saya sajikan.
- Metafora : Perbandingan langsung (perbandingan secara implisit).
- Bola sudah sampai di mulut gawang.
- Metonimia : Penyebutan merk untuk mengacu benda seutuhnya.
- Ia berlangganan Kompas.
- Paradoks : Pengungkapan yang seolah-olah bertentangan.
- Dia tertawa meski hatinya menangis.
- Personifikasi : Penyifatan benda-benda mati dengan sifat-sifat perilaku manusia.
- Ilalang berbisik-bisik ditiup angin.
- Preterito : Pengungkapan secara tersembunyi karena dianggap sudah sama-sama tahu.
- Repetisi : Pengulangan kata-kata dalam kalimat untuk menegaskan maksud.
- Simile : Perbandingan secara eksplisit dengan menggunakan kata-kata pembanding, misalkan : laksana, seperti, bagaikan, bak, dll.
- Suaranya merdu bagaikan buluh perindu.
- Sinekdoke pars prototo : Penyebutan sebagian untuk seluruh.
- Sampai sekarang belum tampak batang hidungnya.
- Sinekdoke totem proparte : Penyebutan seluruh untuk sebagian.
- SMA Tunas Bangsa menggondol piala drum band Bupati Gungungkidul.
- Tautologi : Penegasan maksud dengan kata-kata yang sama/senada artinya.
- Aku sudah mengalah, mengalah lagi, dan terus mengalah.
- Mereka riang , gembira, dan bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar