Selasa, 04 Agustus 2009

JENIS-JENIS
PENYAJIAN LISAN



Penyajian lisan atau kemampuan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau mengucapkan kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Pendengaran menerima informasi melalui rangkaian nada, tekanan, dan penempatan persendian. Jika komunikasi berlangsung secara tatap muka, ditambah lagi dengan gerak tangan dan air muka (mimik) pembicara. Tujuan utama penyajian lisan ini adalah untuk berkomunikasi tentu tidak terlepas dari bagian mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Penyajian lisan ada bermacam-macam, diantaranya adalah :

-Pidato
-Khutbah
-Dakwah
-Diskusi
-Rapat
-Seminar
-Kongres
-Konferensi
-Simposium
-Ceramah
-Demo/ Unjuk rasa
-Persentasi
-Wawancara

  1. Salah satu dari bentuk penyajian lisan yaitu presentasi. Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin yang bertujuan untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu).
  2. Rapat
Rapat merupakan pertemuan untuk membicarakan suatu masalah dan
mengambil keputusan di dalam suatu organisasi. Organisasi rapat terdiri dari :
ketua/pemimpin rapat, notulis, dan peserta, dan lebih formal lagi kalau ada
pembawa acara. Tugas masing-masing adalah sebagai berikut.
a. Pembawa acara :
- Mengawali rc.apat dengan mengucapkan terima kasih atas kehadiran
peserta, menyampaikan susunan acara.
- Memandu semua peserta untuk memasuki acara demi acara.
- Mengatur lalu lintas tukar pendapat.
- Mengarahkan agar pembicaraan tetap pada tema.
- Menutup rapat.
b. Ketua rapat :
- Menegaskan maksud dan tujuan rapat.
- Menyampaikan pokok-pokok masalah yang akan dibicarakan.
- Menanggapi berbagai pertanyaan atau tanggapan peserta.
- Mengambil keputusan.
c. Notulis : Membuat notulen rapat.

Intisari pembicaraan pada masing-masing acara dan keputusan-keputusan rapat
perlu didokumentasikan dalam notulen. Fungsinya sebagai bukti otentik
keikutsertaan/kesaksian semua peserta atas keputusan yang diambil.
Notulen yang pada umumnya berisi :
- Nama rapat
- Pelaksanaan ( hari, tanggal, jam, tempat)
- Pemimpin rapat
- Jumlah peserta
- Susunan acara
- Pokok-pokok pembicaraan
- Keputusan hasil rapat
- Tandatangan notulis dan pemimpin rapat
3. Diskusi
Diskusi ialah tukar pikiran untuk mencari kesepakatan mengenai pemecahan
suatu masalah.
- Bentuk-Bentuk Diskusi

a. Diskusi Kelompok
Dalam diskusi ini perlu ada : moderator (pemimpin diskusi), notulis, dan
beberapa peserta/penyaran/penyaji yang sekaligus sebagai penyanggah.
Bentuk diskusi ini digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi
oleh kelompok. Sifatnya tidak formal.
b. Diskusi Panel
Diskusi ini sifatnya tidak begitu formal, biasanya digunkan untuk
memperluas wawasan mengenai suatu masalah yang sedang hangat dari
berbagai disiplin ilmu. Biasanya melibatkan beberapa ahli dari berbagai
disiplin ilmu yang berbeda-beda untuk bertindak sebagai panelis/pembicara.
Organisasi diskusi panel biasanya terdiri dari : moderator, notulis, panelis/
penyaji, peserta/pendengar. Pendengar diberi kesempatan untuk bertanya
maupun menanggapi/menyanggah pendapat para panelis. Pada akhir
diskusi, moderator menyajikan pokok-pokok pikiran yang dilontarkan
para panelis maupun dari para peserta.
c. Seminar
Organisasi seminar biasanya terdiri dari : moderator, notulis, tim perumus,
pemrasaran, pembahas, dan peserta sebagai pendengar, penanya maupun
penyanggah. Para pemrasaran dan pembahas terdiri dari para ahli. Diskusi
bentuk ini biasanya digunakan untuk mencari kesepakatan/kesamaan
langkah atau pandangan dalam menghadapi suatu persoalan.
Karena sifatnya formal, para pemrasaran perlu menyiapkan kertas kerja
(makalah) untuk disajikan. Setelah ditanggapi oleh para pembahas, para
peserta juga diberi kesempatan untuk menanggapi ataupun menyanggah.
Selama diskusi berlangsung notulis membuat catatan-catatan penting.
Setelah selesai, tim perumus dibantu notulis menyusun kesimpulan hasil
diskusi.
- Tata Cara dan Etika Berdiskusi

Tugas moderator :
- Menyampaikan topik/tema.
- Menyampaikan tujuan yang akan dicapai.
- Mengemukakan aturan main diskusi.
- Mengatur jalannya diskusi/lalu lintas tukar pikiran.
- Menjaga agar p[embicaraan tetap pada pokok permasalahan.
- Mengakhiri diskusi dengan menyampaikan kesimpulan.

Syarat moderator :
- Menguasai masalah.
- Tajam pikirannya.
- Dapat menghargai pendapat.
- Jujur dan tidak memihak.
- Adil dalam memberi kesempatan bicara.
- Tidak berburuk sangka dan tidak apriori.

Kewajiban peserta :
- Mendengarkan semua pembicaraan dengan penuh perhatian.
- Hanya berbicara atas izin moderator.
- Mematuhi aturan main, misal : lama berbicara, jumlah pertanyaan, dll.
- Sopan, tertib, menghargai setiap pendapat.

Cara berpendapat/berkomentar :
- Didasari pengetahuan mengenai masalah yang dibicarakan.
- Memperhatikan waktu yang disediakan.
- Berbicara secara sopan dan tidak berlebihan.
- Kalau komentar berupa persetujuan, berilah alasan/fakta pendukung.
- Kalau komentar berupa penolakan, berilah alasan ketidaksetujuan, dan
sekaligus berilah jalan keluar.

Cara menjawab pertanyaan/sanggahan/komentar :
- Jawablah dengan singkat dan jelas, tidak berbelit-belit.
- Jawablah objektif dan dilandasi data/fakta yang benar.
- Kalau tidak bisa menjawab atau tidak tahu, sebaiknya berterus-terang.
- Kalau sanggahan yang diajukan memang benar, akuilah kebenarannya.

4. Pidato
Pidato ialah suatu bentuk penyajian lisan yang dibacakan di depan massa
tertentu dengan tujuan tertentu.
- Macam-macam pidato antara lain :
a) Pidato persuasif : mempengaruhi emosi pendengar untuk berbuat sesuatu.
Topik yang tepat antara lain :
- Toleransi beragama kunci persatuan nasional.
- Menabung untuk masa depan.
- Pentingnya berkorban demi pembangunan.
b) Pidato argumentatif : meyakinkan pendengar akan kebenaran suatu hal.
Topik yang bersifat argumentatif antara lain :
- Pentingnya pengembangan pariwisata.
c) Pidato informatif : memberi informasi
Topik yang tepat :
- Strategi lolos UMPTN.
- Cara bertanam secara hidroponik.
d) Pidato rekreatif : menghibur pendengar.
e) Pidato deskriptif : melukiskan suatu keadaan.
Topik yang tepat :
- Lalu lintas di jalan Tol Jagorawi.
- Suasana peringatan sumpah pemuda.

Langkah-langkah pidato :
1) Menentukan tema.
2) Menyempitkan tema.
3) Menganalisis pendengar dan situasi ( mencari tahu tentang pendengar :
usia, pendidikan, profesi, dll. ; bagaimana situsinya, dll).
4) Menentukan tujuan : apakah argumentatif, persuatif, rekreatif ,dll.
5) Mengumpulkan bahan.
6) Menyusun kerangka karangan.
7) mengembangkan kerangka karangan.
8) Melatih diri dengan suara dan intonasi yang tepat.

Agar pidato kiat menarik :
1) Pilihlah topik yang :
- Menyangkut persoalan pendengar.
- Persoalan yang sedang hangat.
- Memberikan jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi.
2) Selingi humor yang positif.

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan penyaji pidato :
- Persiapan yang matang.
- Suara dengan intonasi dan volume yang tepat.
- Didukung mimik dan pantomimik.
- Penampilan yang rapi dan meyakinkan.


Sekian dari saya, sebenarnya masih banyak lagi penyajian lisan yang lainnya. Tapi, karena takut kepanjangan cukup sampai disini saja ya......... ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar